Pada contoh gambar di atas, gear A memilki 20 gigi, gear B memilki 40 gigi.
Gear ratio nya adalah gigi B / gigi A = 40/20 = 2.
Yang artinya setiap 1 putaran gear B, akan memutar gear A sebanyak 2 kali.
Gear ratio sepeda menggunakan konsep yang sama, chainring (depan) memutar sprocket (belakang) yang dihubungkan oleh rantai. Contoh penamaan gear ratio sepeda : 44/16T. Artinya kombinasi chainring dan sprocket dengan 44 gigi gear di depan, dan 16 gigi gear di belakang, sedangkan satuan “T” dibelakang adalah kependekan dari Tooth (gigi). Satuan 44/16T ini dapat juga dikatakan 2.75 (44 dibagi 16).
Gear Ratio = jumlah gigi depan / jumlah gigi belakang
Dari rumus tadi, bisa disimpulkan kalau semain banyak gigi di depan (semakin besar chainring), akan membuat angka gear ratio semain besar. Dan semakin besar gigi di belakang (sprocket semakin besar), akan membuat gear ratio semakin kecil.
Seperti contoh di atas untuk 44/16T = 2.75, ini adalah angka gear ratio untuk sepeda fixie (umumnya fixie memakai 44/16T atau 46/16T). Sepeda fixie memiliki hanya 1 gear di depan dan 1 gear di belakang, tidak ada pilihan gear ratio lainnya.
Sepeda umumnya memiliki pilihan 1-12 sprocket belakang, dan 1-3 chainring depan. Contoh untuk sepeda dengan 10 sprocket, 3 chainring, kita menyebutnya memiliki 30 speed (10 x 3), yang artinya juga memiliki 30 pilihan untuk gear ratio nya.
Gear Ratio sepeda dipakai untuk menganalisa efektifitas dan efisiensi performa gearing, chainring dan sprocket sepeda. Dengan pengertian terhadap gear ratio kita bisa mengerti shifting gear yang benar, pemilihan chainring dan sprocket yang cocok dengan aktivitas bersepeda kita, dan hal lainnya yang berhubungan dengan performa gear sepeda.
Pengaruh angka gear ratio ini pada aktivitas sepeda adalah:
Low gear / gear ratio kecil: artinya memakai sprocket yang besar di belakang dan chainring yang kecil di depan. Kita memakai gear ratio yang kecil untuk tanjakan, agar kayuhan lebih ringan, tetapi akan membuat kecepatan tidak maksimal.
High gear / gear ratio besar: artinya memakai sprocket yang kecil di belakang dan chainring yang besar di depan. Kita memakai gear ratio yang besar untuk turunan atau jalan rata, membuat kecepatan menjadi maksimal, tanpa terlalu banyak mengayuh.
Angka besar dan kecil tidak pasti, sangat tergantung dari kekuatan orang yang mengayuh. Tetapi secara umum, batasan normal adalah angka yang dipakai sepeda fixie yaitu 2.75. Lebih besar dari 2.75 adalah high ratio, dan lebih kecil dari 2.75 adalah low ratio.
Dari angka gear ratio, kita bisa mengetahui karakter sepeda dan membandingkan sepeda dengan mudah. Jika sepeda ingin lebih cepat, naikkan gear ratio, dengan mengubah ukuran chainring menjadi lebih besar atau ukuran sprocket lebih kecil. Dan sebaliknya juga untuk membuat menanjak semakin ringan, turunkan gear ratio, dengan memakai chainring yang lebih kecil atau memakai sprocket yang lebih besar.
Ada 2 angka lain yang biasanya kita temui ketika berbicara gear ratio, yaitu development dan gear inches.
Development
Development kadang disebut juga sebagai progression meter atau Roll-Out, adalah jarak yang ditempuh untuk setiap putaran pedal dalam satuan meter. Untuk mendapatkan jarak tempuh gear ratio dikalikan dengan keliling (panjang lingkaran) ban.
Development = keliling ban x gear ratio